Beberapa waktu yang lalu saya membaca artikel blog seorang sahabat yang membahas tentang waktu. Saya coba memperhatikan sekitar, ternyata memang, waktu itu menjadi masalah bagi sebagian orang.
Penyesalan...itulah salah satu akibat dari waktu.hehe
Sebulan yang lalu, saya berdiskusi dengan Fakhrul, sahabat saya yang genius. Dia membahas sebuah bagian dari buku yang saya lupa judulnya. Buku itu bercerita tentang protein yang kemudian menjadi organ.
Sebuah protein tidak memiliki informasi bahwa ia akan menjadi sebuah jantung, atau mata, ataupun organ yang lainnya. Dalam satu lingkup waktu, informasi yang dimiliki oleh protein adalah kemungkinan-kemungkinan yang dapat dilakukannya pada tahapan selanjutnya. Protein dengan informasi tertentu akan melakukan hal terbaik yang dapat dia lakukan, adalah bergabung dengan protein lainnya kemudian membentuk jaringan.
Begitu pun manusia, kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi 10 menit kedepan, atau bahkan 20 tahun ke depan. Apakah saya akan menjadi seorang menteri?
Gampangnya, bayangkan saja kita ini berada dalam sebuah grid. Dalam grid, kita hanya punya 4 kemungkinan untuk melangkah. Ke atas, ke bawah, ke samping kiri, dan kanan. Langkah yang akan kita pilih adalah langkah terbaik yang bisa kita lakukan berdasarkan informasi yang kita punya. Dalam kehidupan, tentu saja bukan hanya empat kemungkinan langkah yang bisa kita lakukan dalam tiap waktu.
Pada saat ini kita punya informasi-informasi tentang apa yang terbaik yang dapat kita lakukan dalam satu menit kedepan. Dan kita hanya akan memilih salah satu kemungkinan dari sekian banyak kemungkinan, dan itu pasti yang terbaik yang dapat kita lakukan.
Kemudian, perhatikan keadaan kita sekarang. Dan coba merunut mungkin sekitar 10 hari yang lalu. Jika kita mundur 10 hari, akankah kita seperti sekarang? Itu kemungkinannya sangat kecil, karena pada setiap detik kita punya banyak pilihan untuk melangkah. Jika kita jumlahkan semua kemungkinan langkah kita dalam 10 hari, wah itu tidak terhitung... Kata orang computer science mah, itu termasuk problem yang strongly np-complete.
Maka dari itu, kita harus selalu memilih apa yang terbaik yang bisa kita lakukan sekarang. Bukan hanya terbuai oleh masa lalu ataupun terbuai oleh mimpi masa depan. Bukankah yang dinilai itu adalah proses? Hasil hanya sebuah konsekuensi dari proses yang kita lakukan.
Jadi ingat kata-kata sahabat baik saya: "jadi intinya Cim, fokus pada tindakan!"
Nov
15
November 17, 2008 at 6:56 PM
tindakan pun kedah ikhlas
soalnya sami wae
bade nyantai tapi teu ikhlas
bade sibuk tapi teu ikhlas